3 Alasan Valentino Rossi Harus Segera Pensiun

Dunia4d

3 Alasan Valentino Rossi Harus Segera Pensiun

3 Alasan Valentino Rossi Harus Segera Pensiun 

3 Alasan Valentino Rossi Harus Segera Pensiun

Valentino Rossi telah genap berusia 40 tahun dan berkarier sekitar 20 tahun di MotoGP. Karier yang panjang ini telah memberinya 7 gelar di MotoGP/500 cc dan dua gelar dari setiap 125 cc dan 250 cc.

Rossi telah lama membidik gelar ke-10 nya di MotoGP.Peluang tersebut sudah dikejarnya sekitar 10 musim terakhir namun belum pun terjadi.

Posisi terbaiknya semenjak MotoGP 2009 yakni posisi kedua sejumlah tiga kali beruntun. Itu terjadi pada 2014 sampai 2016.

Di momen ini, Valentino Rossi merasakan momen sangat sial yakni gagal juara di MotoGP 2015. Soalnya, dia melulu kalah 1 poin dari rekannya di Yamaha kala itu, Jorge Lorenzo.

Di tahun 2015 pun mengalami momen paling menyedihkan saat berkonflik dengan Marc Marquez usai insiden di MotoGP Malaysia. Lalu musim ini, Rossi pun alami kejadian buruk sebab sempat tidak berhasil finis sejumlah tiga kali.

Rossi belum inginkan pensiun dari MotoGP. Dia berkeyakinan umur tua bukan jadi masalah baginya sekitar semangat masih ada. Meski begitu terdapat tiga dalil mengapa Rossi memang mesti pensiun dari MotoGP minimal pada 2020 nanti:

3. Banyak Pesaing Muda

Sejak terakhir kali rebut posisi dua di MotoGP pada 2016 lalu, Valentino Rossi mulai menemukan tidak sedikit rintangan dari pembalap-pembalap beda di samping Marc Marquez. Rekannya di Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales tentu menyerahkan tekanan untuk Rossi.

Usianya yang jauh lebih muda terbukti menciptakan Rossi kendala dan mesti pandai-pandai beradu siasat dan setelan motor. Namun tidak saja Vinales, ketika ini sudah tidak sedikit muncul pembalap muda yang potensial laksana Fabio Quartararo, Alex Rins, Danilo Petrucci dan Jack Miller.

Kesulitan Rossi guna melawan pembalap-pembalap muda ini paling kentara di dua atau tiga musim terakhir. Motor memang menjadi penentu tapi umur tak dapat dibantah pun turut mengurangi kedahsyatan Rossi di sirkuit.

Kunci Rossi dapat terus bertahan melulu kalau dapat menyaingi Marquez di posisi puncak klasemen. Ini pasti sulit diisi musim ini.

2. Sulit Kompromi dengan Motor

Valentino Rossi barangkali boleh tersenyum ketika MotoGP masih memakai ban Bridgestone. Ban asal Amerika Serikat ini cukup dominan terhadap performa Rossi dengan Yamaha.

Dia masih bisa berlomba ketat dengan Marc Marquez dengan memakai Bridgestone. Namun peruntungan Rossi berubah ketika Michelin ambil alih sebagai pemasok ban tunggal di MotoGGP.

Hampir di masing-masing musim Rossi tidak jarang kali mengeluhkan sulitnya guna menyetel mesin dan pun ban Michelin.Selalu saja terdapat keluhan yang diungkapkan Rossi di setiap pacuan seperti ban belakang wheelie atau melintir.

Belum lagi dia pun kesulitan guna kompromi dengan jenis-jenis ban Michelin. Di dua musim terakhir, masalah Rossi dengan ban seakan meningkat besar. Itu terbukti dari dua tahun belum raih podium juara.

1. Dominasi Marquez

Hal terakhir yang susah dibantahkan sebagai dalil kuat Rossi pensiun yaitu kekuasaan Marc Marquez. Pembalap berusia 26 tahun ini laksana menjadi mimpi buruk untuk Rossi semenjak kehadirannya 2013 lalu.

Dengan style pacu yang berani diperbanyak keunggulan mesin Honda, Marquez tidak jarang kali mendominasi. Kini, pembalap asal Spanyol tersebut sudah diambang meraih gelar keenamnya di MotoGP.

Ini pasti menjadi sinyal buruk untuk Rossi. Jangankan untuk memburu gelar juara, berlomba untuk meraih juara di seri pacuan MotoGP saja ketika ini telah sulit.

Maka itu, pensiun dapat saja jadi opsi terbaik untuk Rossi. Dengan keputusan ini, dia dapat lebih punya masa-masa luang untuk menggarap hobinya di dunia reli dan pun mengurus akademi VR46