4 Momen Layak Kenang di Copa America

Dunia4d

4 Momen Layak Kenang di Copa America

4 Momen Layak Kenang di Copa America

4 Momen Layak Kenang di Copa America

DUNIA4D  Copa America menjadi ajang bergengsi di Amerika Selatan. Beragam momen unik turut membumbui perjalanan kejuaraan yang memperlihatkan atraksi sepak bola khas Amerika Latin.

NONTON MOVIE Brasil, Argentina, Uruguay, dan Cile bisa menjadi jaminan level kualitas kompetisi Copa America. Terlepas keikutsertaan empat negara tersebut, masih terdapat pula potensi kejutan yang berasal dari kontestan lain.

AGEN CASINO  Pertemuan Brasil dan Argentina menjadi di antara hal unik yang selalu dirindukan di masing-masing edisi. Di samping itu, intensitas laga yang tinggi pun kerap mengundang wasit mengumbar kartu dan menjadi pengeruk perhatian pemirsa dan pemirsa.

PREDIKSI TOGEL PALING JITU  Berikut empat laga yang lumayan menarik dan sarat sejarah di Copa America:

1. Argentina vs Brasil

Argentina dan Brasil ialah rival yang pertemuannya tidak jarang kali dinanti. Duel hangat ingin panas antara Tim Tango dan Tim Tango telah terjadi semenjak Copa America masih mempunyai nama Kejuaraan Amerika Selatan. Tak melulu melibatkan pemain dari kedua kesebelasan, tensi tinggi juga diakibatkan penonton yang provokatif.

Pada 1937 Argentina menang atas Brasil yang menyatakan takut atas ancaman penonton untuk para pemain berkulit hitam. Dua tahun berselang pemain Albiceleste meninggalkan lapangan sebab kecewa dengan kepemimpinan wasit. Pertemuan tahun 1945 dan 1946 menghasilkan pemain yang merasakan patah kaki.

4 Momen Layak Kenang di Copa America

Ganjalan-ganjalan keras dan kontroversi di atas lapangan dalam laga antara dua negara tukang koleksi gelar Piala Dunia tak ayal memantik reaksi penonton.

Aksi Tulio Maravilha yang mengontrol bola dengan tangan sebelum mencetak gol ke gawang Argentina pada Copa America 1995 ialah salah satu misal perdebatan yang lumayan melegenda.

Terlepas dari laga yang panas dan mengundang persengketaan, duel antara Argentina dan Brasil sejatinya adalahpanggung adu gengsi yang memiliki pesona lantaran individu-individu yang memperkuat kesebelasan tersebut masing-masing penyelenggaraan Copa America.

2. Final Copa America 1987

Uruguay boleh dinamakan raja di Copa America. Hingga sekarang skuat La Celeste adalahnegara dengan jumlah gelar terbanyak. Dengan 15 trofi, Uruguay mengalahkan dua raksasa Amerika Latin, Argentina dan Brasil.

4 Momen Layak Kenang di Copa America

Salah satu gelar juara didapatkan Uruguay pada 1987. Dalam laga final, Uruguay menang 1-0 atas Cile. Partai puncak tersebut tidak melulu menghasilkan satu gol, tetapi pun empat kartu merah. Kedua tim sama-sama kehilangan dua pemain.

Laga keras ingin brutal yang membuahkan empat kartu merah pun sebelumnya terjadi saat Kolombia bertemu Bolivia pada fase grup Copa America 1987.

3. Martin Palermo Hattrick Gagal Penalti 1999

Argentina tak pernah kering talenta berbakat. Martin Palermo ialah salah satu nama yang pernah menjadi tumpuan di lini depan tim yang khas dengan warna biru muda dan putih tersebut.

Pada Copa America 1999, Palermo yang mengenakan nomor punggung sembilan tersebut mendapat tiga penalti dalam peluang yang berbeda. Tendangan penalti Palermo yang kesatu tentang mistar dan memantul ke luar lapangan.

4 Momen Layak Kenang di Copa America

Eksekusi tendangan 12 pas yang kedua dari Palermo melambung tinggi mengudara. Sementara pada peluang ketiga, tembakan Palermo digagalkan kiper Miguel Calero.

Dalam laga di fase grup tersebut, Argentina kalah 0-3. Palermo juga masuk dalam daftar Guiness Book of World Records lantaran tiga penalti tidak berhasil dalam satu pertandingan.

4. Honduras Kalahkan Brasil 2001

Menghadapi negara non-unggulan, kemenangan ialah hal wajar untuk Brasil. Sedangkan hasil sebaliknya ialah kejutan yang pantas jadi berita besar. Itulah yang terjadi pada 2001, saat Tim Samba takluk dari Honduras.

Kendati tanpa nama-nama top pada masa tersebut seperti Ronaldo Luiz Nazario de Lima, Ronaldinho, atau Rivaldo, Brasil tetaplah memilki nama tenar di dalam skuatnya. Emerson, Juninho Paulista, Juninho Pernambucano, Mario Jardel, dan Dida ialah pemain terkemuka pada masa itu.

Namun Brasil tak kuasa menghadapi Honduras, yang adalahpeserta undangan, di babak perempat final. Honduras juga melaju ke partai semifinal dan lantas menempati peringkat ketiga.