Ini Ancaman Terdahsyat Bumi di Masa Depan

Dunia4d

Ini Ancaman Terdahsyat Bumi di Masa Depan

Ini Ancaman Terdahsyat Bumi di Masa Depan

Ini Ancaman Terdahsyat Bumi di Masa Depan

CASINO ONLINE – Ancaman asteroid dari ruang angkasa yang jatuh dan menabrak Bumi barangkali menjadi kecemasan tersendiri bagi umat manusia. Tapi, para astrofisikawan mengungkapkan ada ancaman yang lebih dahsyat dan besar lagi di masa depan.

Selain tak terelakkan, ancaman itu berdampak besar pada seluruh galaksi Bima Sakti, termasuk nasib Bumi dan isinya.

Sebuah tim yang dipimpin oleh para peneliti dari Durham University di Inggris mengatakan, Bima Sakti kemungkinan akan bertabrakan dengan galaksi lain.

Tabrakan antargalaksi itu dapat terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Jika tabrakan benar-benar terjadi, Tata Surya, termasuk Bumi, mungkin terlempar keluar dari galaksi Bima Sakti.

” Ada kemungkinan Bumi terlempar keluar dari galaksi Bima Sakti seandainya tabrakan antara dua galaksi terjadi,” kata Marius Cautun, peneliti di Durham University for Computational Cosmology, kepada CNET, Jumat, 11 Januari 2019.

Untungnya bagi kita, tabrakan antara Bima Sakti dan galaksi yang lebih kecil yang dikenal sebagai Large Magellanic Cloud (LMC) itu mungkin akan terjadi pada 2 miliar tahun lagi.

2 Miliar Tahun, Terlalu Cepat?

Tapi, rentang waktu tersebut dianggap terlalu cepat dari prediksi sebelumnya yang mengatakan Bima Sakti akan bertabrakan dengan galaksi Andromeda. Menurut prediksi tersebut, Bima Sakti akan bertabrakan dengan galaksi Andromeda pada 8 miliar tahun lagi.

“Sementara 2 miliar tahun adalah waktu yang sangat lama dibandingkan dengan masa hidup manusia, itu adalah waktu yang sangat singkat untuk ukuran waktu kosmis,” kata Cautun.

LMC merupakan salah satu dari sekelompok galaksi satelit yang lebih kecil yang sebenarnya mengorbit Bima Sakti.

Perhitungan baru menunjukkan dia memiliki dua kali lebih banyak materi gelap daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Memunculkan Lubang Hitam

Selain itu, semua massa LMC yang sebelumnya tidak terdeteksi akan melambat dan tidak bisa lepas dari tarikan gravitasi galaksi Bima Sakti. Para ilmuwan mengatakan, tabrakan itu juga dapat membangunkan lubang hitam yang tidak aktif di galaksi Bima Sakti.

Lubang hitam itu dengan segera memakan gas di dekatnya dan tumbuh dalam ukuran yang sangat besar.

“Terlepas dari bencana yang akan terjadi, anak cucu kita mungkin akan mendapat suguhan kembang api kosmis spektakuler ketika lubang hitam Bima Sakti bereaksi dengan melontarkan radiasi energi yang sangat terang di angkasa,” ujar Professor Carlos Frenk, penulis penelitian lainnya.