Klasik, Ini Motor yang Memenangi Kejuaraan Dunia Perdana di Le Mans

Dunia4d

Klasik, Ini Motor yang Memenangi Kejuaraan Dunia Perdana di Le Mans

Klasik, Ini Motor yang Memenangi Kejuaraan Dunia Perdana di Le Mans

Klasik, Ini Motor yang Memenangi Kejuaraan Dunia Perdana di Le Mans

DUNIA4D  Sirkuit Le Mans adalahsalah satu sirkuit sangat bersejarah di ajang pacuan MotoGP. Sirkuit yang sedang di Perancis ini kesatu kali mengawali debutnya sebagai tuan rumah pacuan kejuaraan dunia (yang sekarang mempunyai nama MotoGP) pada tahun 1969.

CERDASPOKER  Beda jauh dari zaman sekarang, motor pada tahun itu masih memiliki format yang simpel dan membawa nuansa klasik yang kental bila disaksikan saat ini. Dalam video inilah ini, ada empat motor plus satu side car kesatu yang memenangi pacuan di Le Mans tahun 1969. Berikut videonya.

AGEN CASINO  Dalam video itu berjajar sejumlah motor pacu klasik dan side car yang menjadi juara pada 18 Mei 1969 itu secara berurutan, yaitu mulai dari ruang belajar primer alias 500 cc, 250 cc, 125 cc, dan 50 cc. Tentu saja seluruh motor itu masih menggunakan mesin 2-Tak.

PREDIKSI TOGEL PALING JITU  Secara berurutan dari ruang belajar terkecil, motor itu adalam kepunyaan Aalt Toersen, Jean Aureal, Santiago Herrero, dan pembalap sangat kondang di era itu, Giacomo Agostini. Pada era tersebut, motor Jepang belum terdapat yang bersaing di ruang belajar 500 cc, menciptakan MV Agusta sempat menjadi peraih kemenangan terbanyak di era tersebut.

Sirkuit Le Mans adalahsalah satu sirkuit sangat bersejarah di ajang pacuan MotoGP. Sirkuit yang sedang di Perancis ini kesatu kali mengawali debutnya sebagai tuan rumah pacuan kejuaraan dunia (yang sekarang mempunyai nama MotoGP) pada tahun 1969.

Beda jauh dari zaman sekarang, motor pada tahun itu masih memiliki format yang simpel dan membawa nuansa klasik yang kental bila disaksikan saat ini. Dalam video inilah ini, ada empat motor plus satu side car kesatu yang memenangi pacuan di Le Mans tahun 1969. Berikut videonya.

Dalam video itu berjajar sejumlah motor pacu klasik dan side car yang menjadi juara pada 18 Mei 1969 itu secara berurutan, yaitu mulai dari ruang belajar primer alias 500 cc, 250 cc, 125 cc, dan 50 cc. Tentu saja seluruh motor itu masih menggunakan mesin 2-Tak.

Secara berurutan dari ruang belajar terkecil, motor itu adalam kepunyaan Aalt Toersen, Jean Aureal, Santiago Herrero, dan pembalap sangat kondang di era itu, Giacomo Agostini. Pada era tersebut, motor Jepang belum terdapat yang bersaing di ruang belajar 500 cc, menciptakan MV Agusta sempat menjadi peraih kemenangan terbanyak di era tersebut.

Dunia4d