Mobil Ini Cuma Sisa 3 di Indonesia

Dunia4d

Mobil Ini Cuma Sisa 3 di Indonesia

Mobil Ini Cuma Sisa 3 di Indonesia

Mobil Ini Cuma Sisa 3 di Indonesia

Mobil kuno Volkswagen (VW) Safari memang dipasarkan secara masal di tahun 1960an hingga 1980an. Mobil ini ternyata memiliki dua jenis yang berbeda. Salah satunya adalah VW Safari khusus untuk mobil perang milik Jerman kala itu dan buatan dari Meksiko di tahun 1980an atau biasa di sebut mobil VW Camat. Konon, untuk mobil VW Safari buatan Jerman saat ini cuma ada 3 di Indonesia. Salah satunya ada di Banyuwangi.

Adalah Henri Kuspratondo, pemilik mobil VW Safari buatan Jerman tahun 1973. Mobil ini didapatnya dari kolektor di Jakarta. Saat ini mobil ini dirawat dengan baik olehnya untuk disewakan menjadi transportasi ke destinasi wisata dan acara wedding

VW 181 Thing ini merupakan kendaraan serbaguna yang dikeluarkan pabrikan VW dengan konsep Convertible (beratap kanvas) berpenggerak dua roda belakang, empat pintu, dan diproduksi serta dipasarkan VW dari tahun 1968 hingga 1983. VW 181 awalnya dikembangkan untuk kebutuhan Tentara Jerman di Perang Dunia II yang berjuluk Kubelwagen.

Pada perkembangannya, model Type 82 kelanjutannya juga dijual ke publik, dengan nama beragam seperti Kurierwagen (mobil kurir) di Jerman Barat, Trekker (RHD Tipe 182) di Inggris, The Thing di Amerika Serikat (1973-74), Safari di Meksiko dan Amerika Selatan, dan Pescaccia di Italia. Penjualan untuk sipil berakhir setelah model di tahun 1980.

VW 181 pernah diproduksi di Wolfsburg, Jerman Barat (1968-74), Hannover, Jerman Barat (1974-83), Puebla, Meksiko (1970-80), dan sempat dirakit di Jakarta, Indonesia (1973-80). Struktur desain Tipe 181 berbagi platform dengan Volkswagen Type 1 (Beetle) dan Volkswagen Microbus sebelum tahun 1968, floordeck mengadopsi Tipe 1 Karmann Ghia yang lebih lebar dari Beetle, dan konsep keseluruhannya oleh VW diberi nama Kübelwagen, kendaraan multifungsi andalan militer Jerman selama Perang Dunia II.

Situs Betting Togel Singapore Dunia4d Paling Terpercaya

“Kalau punya saya ini bukan buatan Meksiko. Tapi buatan Jerman jadi berbeda. Sampai saat ini hanya ada 3 di Indonesia yang masih original. Sisanya mungkin sudah banyak yang rusak atau diganti spare partnya.Semua kembali ke orisinil karena untuk menjaga keaslian semua ornamen yang semua bawaannya,” ujarnya kepada detikcom, Minggu (8/9/2019).

“Mash ada 3. Satu milik Pak Nanan Sukarna, satu milik saya dan satu lagi milik pengusaha di Bali,” tambahnya.

Diakuinya, mobil VW Safari miliknya ini masih mampu melaju dengan kecepatan 130 kilometer/jam. Ini dilakukan saat perjalanan long distance dari Banyuwangi – Solo PP. Mobil VW degan ukuran panjang 4 meter dan memiliki cat orisinil ini memiliki perbandingan bahan bakar 13 banding 1 kilometer.

“Long distance Banyuwangi Solo PP tanpa instirahat pagi sampai sore pulang lagi. Di tol 130 mesin asli 1 banding 13 sampai 14. Saya pakai karburator ori atau single barel satu karburator. Saat ini kan sudah ada yang pakai karburator,” tambahnya.

Untuk spare part, kata Henry, pihaknya tak kebingunan. Sebab spare part mobil VW Safari tahun 1973 ini masih tersedia di beberapa toko. Apalagi dirinya merupakan anggota dari Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI). Sejawat peggemar mobil kuno selalu memberikan informasi tentang spare part mobil miliknya tersebut.

“Karena mobil ini diciptakan massal jadi tidak terlalu bingung. Di toko masih banyak. Tapi kebanyakan teman pecinta mobil kuno yang lain juga memberikan solusi terbaik,” tambahnya.

Diakuinya image mobil VW mudah terbakar saat ini berkembang di masyarakat. Namun hal tersebut sebenarnya tidak benar seluruhnya. Sebab jika bisa memberikan perhatian khusu terhadap sirkulasi bbm ke karburator dan kelistrikan hal ini bisa diantisipasi.

“Kalau sudah menyangkut mesin dan kelistrikan selang bbm yang dijaga tangki hingga karburator harus dipastikan tidak pernah mogok atau sampai terbakar,” pungkasnya.